Tuesday, June 15, 2010

Pemikiran Industri Indonesia.

Sejarah bangsa-bangsa, menggambarkan perjalanan industrinya selalu dimulai dengan 'resource based', disusul 'manufactur based', kemudian 'service based' dan masih dalam tataran teori 'creativity based'.

Yang terakhir saya menyebutkannya masih dalam tataran teori, karena yang ditunjukkan sebagai creativity-based-industry itu pada hakekatnya sebuah manufactur atau services industries.

Dimana Indonesia. Dalam perjalanan sejarah industri Indonesia, sepertinya kita berhenti atau belum beranjak dari resouce-based, inipun karena Asing meletakkan dasar-dasarnya hingga tahun 1945. Oleh nasionalisasi yang tak mulus dan kecerdasan bangsa yang belum mencukupi, serta ketiadaan politik-industrialisasi yang visoner dari negara, hingga kini Indonesia belum beranjak dari level 'resource-based' tersebut.

Dengan melihat daftar orang terkaya di Indonesia, tak satupun dari 10 besar orang terkaya ini dari manufactur-industries. Hal ini menguatkan bahwa Indonesia memang masih mengandalkan 'sumber daya alam', yang tentu sulit terbarukan.
 

Daftar 10 orang terkaya di Indonesia, 2010
1. R. Budi & Michael Hartono US$ 7 miliar
2. Martua Sitorus US$ 3 miliar
3. Susilo Wonowidjojo US$ 2,6 miliar
4. Aburizal Bakrie US$ 2,5 miliar
5. Eka Tjipta Widjaja U$S 2,4 miliar
6. Peter Sondakh US$ 2,1 miliar
7. Putera Sampoerna US$ 2 miliar
8. Sukanto Tanoto US$ 1,9 miliar
9. Anthoni Salim US$ 1,4 miliar
10. Soegiharto Sosrodjojo US$ 1,2 miliar


Implikasi dari fenomena industri seperti diatas, mind-set manufactur-industries dan bahkan 'services-based-industries' masih minim dimiliki oleh investor maupun tenaga profesional. Contoh, dalam industri-jasa yang ditransaksikan bukan lagi 'benda'- fisik, lebih sudah mengarah pada 'benda'-psikis yang bernama 'kepuasan-kepercayaan-dan kebanggaan' (3K).


Dengan istilah lain, baik konsumen di Indonesia ataupun diluar sana, telah muncul sebuah kebutuhan akan 'kepuasan-kepercayaan dan kebanggaan' dari apapun yang ditransaksikan.


Oleh karena itu, orientasi pada '3K' tersebut, pada industri-apapun, akan menjamin keuntungan yang berkelanjutan, karena '3K' ini menjadi kebutuhan meta-fisik yang akan terus meningkat dimasa depan.





.